Keutamaan Ilmu


KEUTAMAAN ILMU

Islam adalah agama ilmu pengetahuan. Banyak ayat-ayat Al-Quran dan hadits-hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang memberikan perhatian pada ilmu. Bahkan ayat yang pertama kali turun adalah perintah untuk membaca, yaitu firman Allah :

} اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الََّذِيْ خَلَقَ{

“Bacalah dengan nama Tuhanmu yang telah menciptakan”.

 

Dan dalam surat Al-Mujadalah ayat 11, Allah berjanji akan mengangkat derajat orang yang berilmu. Allah Ta’ala berfirman :

} يَرْفَعِ اللهُ الَّذِيْنَ آمَنُوْا مِنْكُمْ وَالَّذِيْنَ أُوْتُوْا العِلْمَ دَرَجتٍ {

“Allah akan mengangkat orang-orang yang beriman dan berilmu diantara kalian dengan beberapa derajat”.

 

Di dunia, hal ini bisa dengan mudah kita lihat. Orang yang berilmu memiliki kedudukan yang tinggi dan dihormati. Diriwayatkan bahwa Umar bin Khatthab bertemu dengan Nafi’ bin Abdul Harits diperjalanan. Nafi’ adalah gubernur  Makkah. Maka Umar berkata kepadanya : “Siapa yang menggantikanmu di Makkah? Ia menjawab : “Ibnu Abza”. “Siapa dia?”, tanya Umar. “Dia seorang budak”, tukas Nafi’. “Engkau mengangkat seorang budak?”, Umar bertanya lagi. Nafi menjawab : “Wahai Amirul Mu’minin, sungguh dia hafal Al-Quran, menguasai ilmu faraidh (ilmu warisan) dan bisa mengadili. Umarpun berkata : “Sesungguhnya Nabi kalian shallallahu ‘alaihi wasallam telah berkata :

إِنَّ اللَّهَ يَرْفَعُ بِهَذَا الْكِتَابِ أَقْوَامًا وَيَضَعُ بِهِ آخَرِينَ

 “Sesungguhnya Allah mengangkat suatu kaum dengan kitab ini (Al-Quran) dan merendahkan dengannya kaum yang lain”. (HR. Muslim)

 

Menyibukkan diri dengan ilmu agama dan memiliki pemahaman agama yang baik adalah tanda bahwa Allah menginginkan kebaikan bagi seorang hamba. Dalam sebuah hadits shahih Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan :

مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِيْ الدِّيْنِ

“Barang siapa yang Allah menginginkan kebaikan baginya, Dia akan menjadikannya faqih/paham dalam agama.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Ibnu Hajar berkata:

وَمَفْهُوم الْحَدِيث أَنَّ مَنْ لَمْ يَتَفَقَّه فِي الدِّين – أَيْ : يَتَعَلَّم قَوَاعِد الْإِسْلَام وَمَا يَتَّصِل بِهَا مِنْ الْفُرُوع – فَقَدْ حُرِمَ الْخَيْر.

“Yang tersirat dari hadits ini adalah bahwa barangsiapa tidak bertafaqquh fiddin –yaitu mempelajari pokok-pokok Islam dan cabang-cabang yang berhubungan dengannya-; sungguh telah dijauhkan dari kebaikan.”

 

Dalam sebuah hadit shahih yang panjang dan diriwayatkan oleh Abu Dawud, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan keutamaan ilmu, pencari ilmu dan ulama dengan  lima kalimat  yang agung:

 

  1. 1.      Mencari ilmu adalah jalan menuju surga.

مَنْ سَلَكَ طَرِيْقاً يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيْقاً إِلَى الجَنَّةِ

“Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah akan memudahkan baginya (dengan amalannya) jalan ke surga.”                                                          

  1. 2.      Malaikat meletakkan sayapnya untuk  pencari ilmu.

وَإِنَّ المَلاَئِكَةَ لَتَضَعُ أَجْنِحَتَهَا لِطَالِبِ الْعِلْمِ رِضًى بِمَا يَصْنَعُ

“Dan sesungguhnya para malaikat meletakkan sayap mereka untuk  pencari ilmu sebagai wujud ridha mereka atas apa yang dia kerjakan.”

 

  1. 3.      Seisi langit dan bumi istighfar untuk ulama.

وَإِنَّ العَالِمَ لَيَسْتَغْفِرُ لَهُ مَنْ فِي السَمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ حَتىَّ الحِيْتَانُ فِي جَوْفِ الْمَاءِ

“Dan sesungguhnya seorang ulama beristighfar untuknya seisi langit dan bumi, sampai ikan-ikan didalam air.”

 

  1. 4.      Ulama jauh lebih utama daripada ahli ibadah yang bukan ulama.

وَإِنَّ فَضْلَ الْعَالِمِ عَلىَ العَابِدِ كَفَضْلِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ عَلىَ سَائِرِ الْكَوَاكِبِ

“Dan sesungguhnya keutamaan ulama atas ahli ibadah laksana keutamaan bulan pada malam purnama atas benda langit yang lain.” Hal ini karena ulama tahu jalan yang mendekatkan dirinya kepada Allah dan melakukan amalan atas dasar ilmu. Sedangkan ahli ibadah yang tidak berilmu melakukan amalan-amalannya tanpa dasar ilmu. Bahkan kadang melakukan suatu amalan yang menyebabkan murka Allah , padahal ia mengira telah melakukan suatu amalan mulia.

 

  1. 5.      Ulama adalah pewaris para nabi.

وَإِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ اْلأَنْبِيَاءِ وَإِنَّ اْلأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوْا دِيْتَارًا وَلاَ دِرْهَمََا وَلَكِنْ وَرَّثُوْا اْلعِلْمَ

فَمَنْ أَخَذَ بِهِ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ

“Dan sesungguhnya para ulama adalah pewaris para nabi, dan sungguh para nabi tidak mewariskan dinar atau dirham, tetapi mewariskan ilmu, maka barang siapa yang mengambilnya, ia telah mengambil bagian yang banyak.”

 

Subhanallah! Betapa besar keutamaan ilmu. Masih banyak ayat dan hadits lain yang membahas tentang hal ini. Karenanya Imam Syafi’i rahimahullah mengatakan : “Setelah amalan-amalan yang wajib, tidak ada  yang lebih afdhal dari thalabul ‘ilmi”. Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah ditanya : “Mana yang lebih engkau sukai, shalat sepanjang malam atau mengisi malam dengan menulis (belajar) ? Beliau menjawab : “Menulis yang dengannya engkau mengetahui perkara agamamu lebih aku sukai.”

 

Sungguh merugi orang yang acuh tak acuh dan melewatkan berbagai kemuliaan ini , atau ingin mendapatkannya tapi berpikir bahwa umurnya sudah tidak muda lagi. Segala puji bagi Allah yang membuka pintu kebaikan ini untuk semua orang tanpa memandang usia dan kedudukan. Orang-orang merasa asing dengan Imam Ahmad yang dimasa tua masih membawa buku dan pena kemana-mana. Mereka bertanya : “Wahai Abu Abdillah (nama panggilan Imam Ahmad), Sampai kapan engkau akan mencari ilmu? Beliau menjawab : “Dari buaian sampai masuk ke liang kuburan”.

 

Inilah teladan generasi awal umat Islam. Karena perhatian mereka terhadap ilmu, Allah mengangkat derajat mereka dan menjadikan mereka umat yang maju, berjaya dan disegani oleh umat yang lain.

 

Tidak semua orang memiliki banyak waktu untuk belajar. Orang yang tidak memiliki banyak waktu hendaknya berusaha memanfaatkan waktunya yang sedikit untuk belajar, paling tidak ilmu yang wajib seperti tauhid, tatacara thaharah dan shalat, hukum seputar puasa dan sebagainya. Imam Malik berpesan:

عَلَيْكَ عِلْمُ مَا يَلْزَمُكَ.

“Hendaknya engkau mempelajari ilmu yang wajib atas dirimu.”

Kesungguhan yang kita berikan untuk memanfaatkan waktu yang sedikit insyaAllah akan menambah barakah dalam waktu kita, dan membuat kita tidak dijauhkan dari amal mulia ini sama sekali. Wabillahittaufiq.

 

% % % % %

 

 

 

Belajar di Masjid Nabawi

قال رسول الله r: (( مَنْ جَاءَ مَسْجِدِيْ هَذَا لمَ ْيَأْتِهِ إِلاَّ لِخَيْرٍ يَتَعَلَّمُهُ أَوْ يُعَلِّمَهُ؛ فَهُوَ بِمَنْزِلَةِ المُجَاهِدِ فِي سَبِيْلِ اللهِ . وَمَنْ جَاءَ لَغَيْرِ ذَلِكَ؛ فَهُوَ بِمَنْزِلَةِ الرَّجُلِ يَنْظُرُ إِلَى مَتَاعِ غَيْرِهِ.))

Rasulullah r bersabda : “Barang siapa mendatangi masjidku ini semata untuk kabaikan yang ingin dia pelajari atau ia ajarkan, kedudukannya seperti mujahid di jalan Allah. Dan barang siapa mendatanginya untuk hal lain, ia laksana orang yang melihat ke barang milik orang lain.” (HR. Ibnu Majah,dishahihkan al-Albaniy)

 

 

 

% % % % %

 

 

 

P a h a l a   D a k w a h

قال رسول الله e: (( مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ؛ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ))

Rasulullah e bersabda : “Barang siapa yang menunjukkan suatu kebaikan; baginya seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim)

 

 

 

 

 

 

 

 

Doa Kaffaratul Majlis

Doa Kaffaratul Majlis

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:((مَنْ جَلَسَ فِي مَجْلِسٍ فَكَثُرَ فِيهِ لَغَطُهُ فَقَالَ قَبْلَ أَنْ يَقُومَ مِنْ مَجْلِسِهِ ذَلِكَ : “سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ, أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ, أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ” إِلاَّ غُفِرَ لَهُ مَا كَانَ فِي مَجْلِسِهِ ذَلِكَ))

Rasulullah e bersabda: “Barang siapa yang duduk di suatu majlis, dimana ia banyak salah didalamnya, kemudian sebelum bangun ia mengucapkan : “Maha suci Engkau Ya Allah, dan dengan memujimu aku bersaksi bahwa tidak ada sembahan (yang berhak disembah) selain Engkau, aku memohon ampun dan bertaubat kepadaMu,” akan diampuni utnuknya apa-apa yang terjadi di majlis itu.”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s