Untuk Saudariku Tercinta


Penampilan

 

Beberapa diantaranya sangat “memperhatikan” penampilannya.
Mulai dari merk baju yang berkelas, model yang up to date. Bahkan diantaranya
kita lihat baju yang sempit dan serba pendek, celana yang juga serba pas-pasan, rambut
direbounding, alis yang “dirapikan”, lipstik tipis warna pink, minyak wangi yang
mmmm…*mungkin karena belum tahu*
Saudariku,
Apa yang kita dapat dari semua ini?
“cantik”?
“aduhai”?
“modis”?
“gaul”?
“tidak ketinggalan jaman”?
atau mungkin sekedar untuk bisa percaya diri ketika keluar rumah dan berhadapan
dengan orang-orang?

Memang banyak yang akan melihat “WAH” pada wanita yang berpenampilan
seperti ini sehingga menyebabkan beberapa di antara kita tertipu dan bahkan berlomba
untuk menjadi yang “terhebat” dalam masalah ini.
Tetapi saudariku,
Saya ingin mengajak kita untuk menjadi seorang muslimah yang sejati!
Tidak perlu kita tiru mereka yang berbangga diri dengan apa yang mereka pamerkan
dari tubuh dan kecantikan mereka.
Tidak perlu kita tiru mereka yang berbangga diri dengan merk yang ada pada bajubaju
mereka.
Sungguh! Kain sepuluh ribu per meter dari Pasar Bering lebih mulia jika kita
memakainya dalam rangka ketaatan pada Allah,
Robb yang telah menciptakan kita,
Robb yang telah mensyariatkan jilbab untuk kita.
Duhai…
Pakaian mana yang lebih mulia dari pakaian ketaqwaan?
Adalah nikmat yang besar ketika kita masuk Islam. Seseorang dinilai bukan lagi
dari tulisan (baca: merk) apa yang tertempel di bajunya, atau dari seberapa mancung
hidungnya, seberapa cantik wajahnya, seberapa elok parasnya, seberapa anggun
bersoleknya. Tapi, seseorang dinilai dari apa yang ada dalam hatinya, apa yang diucap oleh
lisannya, dan apa yang diperbuat oleh badannya.
Seseorang dinilai dari ketaqwaannya. Jadi tidak perlu lagi kita bersibuk-sibuk
untuk pamerkan kebolehan tubuh dan kecantikan.

Tidakkah kita melihat jajanan yang ada di emperan? Terbungkus dengan ala
kadarnya, semua orang bisa menjamahnya, atau bahkan mencicipinya. Bahkan seringkali
yang mencicipi adalah orang iseng yang tidak benar-benar bermaksud untuk membeli.
Setelah mencicipinya, dia letakkan kembali kemudian dia tinggal pergi. Bukan hanya orang
iseng, bahkan lalat-lalat pun mengerumuninya. Berbeda dengan makanan berkualitas yang
terbungkus rapi dan tersegel. Terjaga dan tidak tersentuh tangan-tangan iseng.
Di antara keduanya, kita lebih memilih yang mana? Tentu yang kedua. Jika untuk
makanan saja demikian, maka lebih-lebih lagi kita memilih untuk diri kita sendiri.

Kembalilah dalam ketaatan sebelum terlambat!
Kematian bisa datang kapan saja.
Bukankah kita ingin meninggal dalam ketaatan?
Bukankah kita tidak ingin meninggal dalam keadaan bermaksiat?
Bukankah kita mengetahui bahwa Allah mengharamkan bau surga bagi wanitawanita
yang berpakaian tapi telanjang?
Berpakaian tapi tidak sesuai dengan syariat maka itu hakekatnya berpakaian tetapi
telanjang!
Tidakkah kita rindu dengan surga?
Bagaimana bisa masuk jika mencium baunya saja tidak bisa?

Saudariku,
Apalagi yang menghalangi kita dari syari’at yang mulia ini?
Kesenangan apa yang kita dapat dengan keluar dari syari’at ini?
Kesenangan yang kita dapat hanya bagian dari kesenangan dunia.
Lalu apalah artinya kesenangan itu jika tebusannya adalah diharamkannya surga
(bahkan baunya) untuk kita?
Duhai…
Apa yang hendak kita cari dari kampung dunia?
Apalah artinya jika dibanding dengan kampung akhirat?
Mana yang hendak kita cari?
Kita memohon pada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Semoga Allah menjadikan hati
kita tunduk dan patuh pada apa yang Allah syariatkan. Dan bersegera padanya…Semoga Allah memudahkan kita untuk melaksanakan apa yang Allah perintahkan
meski nafsu kita membencinya. Setiap ketaatan yang kita lakukan dengan ikhlas, tidak akan
pernah sia-sia. Allah akan membalasnya dan ini adalah janji Allah dan janji-Nya adalah
haq.
“Celana bermerk kesayanganku bagaimana?”
“Baju sempit itu?”
“Minyak wangiku?”
Saudariku…
Semoga Allah memudahkan kita untuk meninggalkan apa saja yang Allah larang
meski nafsu kita menyukainya. Barang siapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah,
niscaya Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik

sibukkan diri berhias dengan kecantikan iman.
Berhias dengan ilmu dan amal sholeh.
Berhias dengan akhlak yang mulia.
Hiasi diri kita dengan rasa malu!
Tutupi aurat kita!
Jangan pamerkan!
Jagalah sebagaimana kita menjaga barang berharga yang sangat kita sayangi.
Simpanlah kecantikannya.
Simpan supaya tidak sembarang orang bisa menikmatinya!
Simpan untuk suami saja.
Niscaya ini akan menjadi kado yang sangat istimewa untuknya.

Allah berfirman yang artinya, ”Katakanlah kepada laki-laki beriman: Hendahlah mereka menundukkan pandangannya dan memelihara kemaluannya.” (An Nur: 30). Allah juga berfirman yang artinya,”Dan katakalah kepada wanita beriman: Hendaklah mereka menundukkan pandangannya dan memelihara kemaluannya.” (An Nur: 31)

Saudariku,
Peringatan itu hanya bermanfaat bagi orang yang mau mengikuti peringatan dan
takut pada Allah.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman yang artinya,
“Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau
mengikuti peringatan dan takut kepada Robb Yang Maha Pemurah walau dia tidak
melihat-Nya. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang
mulia.”
[QS. Yasin: 11]
Kita memohon pada Allah Subhanahu wa Ta’ala.Semoga Allah memasukkan kita
ke dalam golongan orang-orang yang mau mengikuti peringatan.
Semoga Allah memasukkan kita kedalam golongan orang-orang yang takut pada
Robb Yang Maha Pemurah walau kita tidak melihat-Nya.
Semoga Allah memasukkan kita ke dalam golongan orang-orang yang mendapat
kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia.
11
Kita berlindung pada Allah dari hati yang keras dan tidak mau mengikuti
peringatan. Kita berlindung pada Allah, Semoga kita tidak termasuk dalam orang-orang
yang Allah firmankan dalam QS. Yasin: 10 (yang artinya):
“Sama saja bagi mereka apakah kami memberi peringatan kepada mereka ataukah kami
tidak memberi peringatan kepada mereka, mereka tidak akan beriman.”
[QS. Yasin: 10]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s