Sebuah niat


Niat

Niat

Janganlah menyerah untuk menyebar kebaikan

Apa yg kau niatkan saat menutup aurat & mengenakan jilbab? Agar lbh cantik? Utk mengikuti fashion? Krn peraturan di sekolahmu? Atau krn engkau takut kpd orangtuamu? Duhai saudariku, tidakkah kau tahu bhwa semua amalan akan sia2 jika tdk diniatkan krn Allah. Maka, berusahalah utk mengIKHLASkan niat. Dan seandainya yg kau cari adalah ridho allah,tentu kau akan berusaha menutupi aurat dengan benar esuai dengan tuntunan syariat.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila kalian mendengar kokok ayam, maka mohonlah kepada Allah agar Dia memberikan anugerah-Nya kepadamu, karena ayam melihat malaikat. Dan apabila kalian mendengar ringkik keledai, maka mohonlah perlindungan diri kepada Allah, itu karena dia telah melihat syaithan.” (Muttafaqun ‘alaih)

saat kita merasa lelah untuk mengingatkan seseorang kpd kebaikan, hanya karena orang yg kita ingatkan tidak menunjukkan tanda-tanda mau berubah untuk menjadi lebih baik.. Maka ingatlah kpd firman Allah ini, yang artinya, “Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman.”(QS adz-dzaariyaat:55)jangan pernah menyerah untuk menyebarkan kebaikan.

Allah Ta’ala berfirman, yang artinya, “Katakanlah: Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, maka ikutilah (sunnah/petunjuk)ku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. Ali ‘Imran: 31) Imam Ibnu Katsir, ketika menafsirkan ayat ini berkata,

“Ayat yang mulia ini merupakan hakim (pemutus perkara) bagi setiap orang yang mengaku mencintai Allah, akan tetapi dia tidak mengikuti jalan (sunnah) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka dia adalah orang yang berdusta dalam pengakuan tersebut dalam masalah ini, sampai dia mau mengikuti syariat dan agama (yang dibawa oleh) Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam semua ucapan, perbuatan dan keadaannya.” (Tafsir Ibnu Katsir, 1/477)

Allah Ta’ala berfirman, yang artinya, “Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudara kalian itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kalian mendapat rahmat.” (Qs. Al-Hujurat: 10)

Sudah berapa tahun kita menjadi seorang yang beragama Islam.. tapi sudahkah kita tahu dan mengerti Inti (pokok) ajaran Islam?? Begitu luasnya petunjuk Islam, tapi pada dasarnya pokok ajarannya hanyalah kembali pada tiga hal, yaitu:

1. Berserah Diri kpd Allah dg Merealisasikan Tauhid

2. Tunduk dan Patuh kpd Allah dg Sepenuh Ketaatan

3.memusuhi dan membenci syirik dan pelakunya.
Inilah inti ajaran para Nabi dan Rasul yang diutus oleh Allah kepada ummat manusia.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila engkau tertimpa sesuatu (yang tidak menyenangkan) janganlah berkata, ‘Seandainya aku dulu berbuat begini niscaya akan menjadi begini dan begitu’ Akan tetapi katakanlah, ‘Qaddar Allahu wa maa syaa’a fa’ala, Allah telah mentakdirkan,terserah apa yang diputuskannya.karena perkataan seandainya dapat membuka celah perbuatan syaitan.”(HR.muslim)

Perkataan, “Barangsiapa yang mengenal dirinya maka sungguh telah mengenal Tuhannya.” Ini adalah hadits PALSU. Hadits ini tidak ada asalnya dan sebagian ulama seperti Ibnu Taimiyyah rahimahullah mengatakan bahwa hadits ini adalah palsu sebagaimana dinukil oleh Al-Qori di dalam kitab Maudhu’at halaman 83 (lihat Silsilah Dho’ifah: 66) Yang benar, setiap hamba wajib mengenal Allah, mengenal asma’ dan sifat-Nya dengan menggunakan kaidah-kaidah yg benar menurut syariat Islam. Dan beriman dengan segala pengaruh yang berkaitan dengan asma’ dan sifat Allah tersebut.

Mengenal Allah adalah penguat iman yang paling besar.

Ibnul Qayyim berkata, “Barangsiapa mengenal Allah niscaya mengenal selain-Nya. Dan barangsiapa jahil terhadap Rabb-nya niscaya lebih jahil terhadap selain-Nya.” [Al ‘Ilmu, Fadhluhu wa syarfuhu, halaman 98]… Lihat Selengkapnya

insyaAllah dalam waktu dekat http://www.muslimah.or.id akan mem-publish artikel berkaitan dengan masalah ini.
Semoga ukhti sabar menunggu.

Barokallohu fiik

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya seorang mukmin dalam melihat dosanya, bagaikan seorang yang berada di puncak gunung, yang selalu khawatir tergelincir jatuh. Adapun orang fasik dalam melihat dosanya, bagaikan seseorang yang dihinggapi lalat dihidungnya, maka dia usir begitu saja.” (HR. Bukhari dan Muslim)

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s