Jiwa yang kering


Cinta RasulTAQWA

Hati yang hampa sedih merana
Jiwa yang sepi gundah gulana
Pikiran kosong mereka-reka
Raga dan rasa menanggung derita

Takut dan resah melanda hari
Rasa khawatir menyiksa diri
Was-was curiga datang hampiri
Mendera kalbu ikat jemari

Pikiran aneh seakan terjadi
Panik dan bingung makin menjadi
Sikap perilaku tak terkendali
Rasa ingin celakai diri

Shalat puasa terasa percuma
Tak mampu usir derita dan tanya
Menapak jauhi nilai agama
Jadi makanan iblis durjana

Bila ada Taqwa di hati
Raga dan rasa takkan tersiksa
Rasa khawatir takkan menyiksa
Shalat puasa takkan percuma

Manusia harus sering bertanya
Untuk apa dirinya ada
Manusia harus terus mencari
Kemana dia akhirnya nanti

Membaca alam teliti semesta
Mengerti agungnya Maha Pencipta
Suratan takdir kehendak pasti
Makhluk dan hamba hanya meniti

Ikhlas jalani ruku’ dan sujud
Bersyukur pada Yang Maha Wujud
Berbuat baik pada sesama
Tidak memilih tak harap menerima

Memandang tinggi diri sendiri
Membuat buta pikir dan hati
Memandang rendah sesama makhluk
Membuat iblis jadi penakluk

Hidup di jalan Ridha Ilahi
Seperti meniti pematang rapuh
Tak hati-hati pasti kan jatuh
Hidup percuma mati tak sudi

Syukur dan Pasrah kuatkan jiwa
Bekal ilmu kuatkan pikir
Percaya pada Pemberi Nyawa
Usaha dan do’a temani zikir

Tumbuh iman didalam diri
Hidup berguna tak takut mati
Liang lahad menanti pasti
Kepada Pencipta kita kembali

Tenang di rasa hati yang damai
Tajamkan akal sehatkan raga
Walau sendiri terasa ramai
Bisikan iblis takkan terasa

Ujian cobaan silih berganti
Masalah hidup semua alami
Jika ada taqwa di hati
Pikir dan asa mampu atasi

HATI

Segumpal darah didalam diri
Selalu dibawa kemana pergi
Penentu jiwa yang tak pasti
Kadang Bahagia kadang sedih tak terperi

Tempat bernaung hidayah Ilahi
Fitrah manusia mulia insani
Tempat nafsu menggoda hari
Medan perang yang tak berhenti

Jika setan merasuk hati
Racuni pikiran rusak logika
Hilang fitrah hinakan diri
Ikuti sifat Iblis durjana

Takwa dan syukur pada Ilahi
Setan dan Iblis pastilah pergi
Shalat dan sujud jadi berarti
Muliakan jiwa sucikan hati

Hati bersih berpendar pualam
Bentuk perilaku sahabat alam
Ikhlas di hati hilangkan kelam
Seperti bulan terangi malam

IKHLAS

Burung terbang menyongsong pagi
Tinggalkan sarang mengais rizki
Terbang pulang di senja hari
Lambung penuh syukur di hati

Angin berhembus terbangkan sari
Jatuh di bunga penebar wangi
Terwujud buah hukum alami
Kehendak Allah pasti terjadi

Mentari terang hangatkan bumi
Cahaya bulan redup sinari
Bintang berkedip di malam sunyi
Sampai Sang Akhir tentukan hari

Jiwa yang lemah hati yang sepi
Abaikan inti kitab islami
Makna hidup tak disadari
Rasa syukur tak hinggap di hati

Angan kosong seakan terjadi
Pikiran larut nafsu tirani
Harapan hampa menjadi mati
Ditelan gelombang tak timbul lagi

Ikhlas di jiwa mulia di hati
Percaya pada takdir Ilahi
Janji Sang Khalik ‘kan ditepati
Tenang di Jiwa tentram di hati

Berbuat baik tak harap kembali
Rasa tak akan berubah benci
Berharap hanya ridha Ilahi
Hari kemudian tidak merugi

Kenali diri kunci mengerti
Jati diri kan terselami
Iman di dada semoga abadi
Tak terkikis penyakit hati

Ingatlah hari tlah dijalani
Liang kubur menanti pasti
Kepada Pencipta kita kembali
Hanya jiwa yang dibawa pergi

Iklan

One comment on “Jiwa yang kering

  1. Ping-balik: Agama Tag Blog « Blogger Purwodadi | Mas Darmono

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s