Syiar Syair


Rendah Hati

تواضع تكن كالنجم لاح لناظر # على صفحات الماء وهو رفيع
ولا تك كالدخان يرفع نفسه # الى طبقات الجو وهو وضيع

Rendahkanlah dirimu

Niscaya kau menjadi seperti bintang,

Orang melihatnya bercahaya di atas genangan air,

Padahal ia berada tinggi di atas….

Janganlah kau menjadi seperti asap

Yang mengangkat dirinya ke angkasa

Padahal dia rendah [1]

Syair Ilmu

ومن فاته التعليم وقت شبابه # فكــبر اربعا لوفـــــاتــــــــه
حياة الفتى – والله – بالعلم والتقى # اذا لم يكونا لا اعتبار لذاته

Siapa yang tidak belajar di masa mudanya,

Bertakbirlah empat kali untuk kematiannya.

Hidupnya seorang pemuda –demi Allah-

Adalah dengan ilmu dan ketaqwaan

Sebab jika keduanya tiada padanya,

Maka tiada lagi jati dirinya……[2]

موقيع الامام الشافعي

من تـــعلم القرءان عظمت قيمته

ومن تـعلم الفقه نبل مقداره

ومن كتب الحديث قويت حجته

ومن تعلم الحساب جزل رئيه

ومن تعلم العربية رق طبعه

ومن لم يصن نفسه لم ينفعه علمه

وأول تلك العلوم وأسماها منزلة وأشرافها فدرا وأنبلها هدفا

كتاب الله عز وجل …

الذي فيه الأيات المحكمات والسور المنزلات

فهو النور وهو الشفاء وهو الحكمة

توقيع

محمد بن ادريس الشافعي رحمه الله

Mutiara Nasihat Imam As-Syafi’i

Barang siapa mempelajari Al-Qur’an

Maka akan bertambah nilainya

Barang siapa mempelajari ilmu Fiqih

Maka akan bertambah kecerdasannya

Barang siapa mempelajari ilmu hisab

Maka akan melimpah pemikirannya

Barang siapa mempelajari Bahasa Arab

Maka akan bertambah lembut perangainya

Dan barang siapa tidak dapat menahan nafsunya

Maka ilmu tidak bisa memberi manfaat padanya

Dan yang paling pertama dari ilmu tersebut

Dan yang paling mulia derajatnya, paling tinggi kedudukannya,

paling mulia tujuannya:

Dia adalah Kitabullah Azza Wa Jalla

Yang padanya terdapat-ayat-ayat yang pasti,

dan surat-surat yang diturunkan

Dia adalah cahaya, dan dia adalah obat

Dan dia adalah hikmah…

Tertanda,

Muhammad bin Idris As-Syafi’i

Rahimahullah.

ترجوا النجاة

ولم تسلك مسالكها

ان السفينة

لا تجرى على اليبس

Engkau berharap keselamatan

namun engkau tidak menempuh jalannya

Sesungguhnya perahu itu

tidak berjalan di tempat kering

Kemudian apa yang engkau maksud dengan khilafiah diatas ?

Apakah membicarakan bid’ah dan syirik itu dianggap khilafiah dan dilarang Imam Ibnul Qoyyim v berkata dalam qosidah nuniyahnya :

َفعَليك بِالتفصِيلِ والتبيِينِ

َفالإِطلا ق والإِجما ُل دو ن بيانِ

َقد َأفسده َ ذا الوجود

و خبطا الأذها َن والآراءَ ُ كلَّ زمانِ

Haruslah engkau memperinci dan menjelaskan

Penjelasan global tanpa perincian

Telah merusak alam ini dan membingungkan

Akal pikiran setiap zaman

Diantara hal yang membuat kita prihatin kepada pak Kyai adalah

penamaan beliau terhadap pembahasan tauhid asma’ dan sifat, bid’ah dan

khurafat dengan kata “Isu”. Saya tidak tahu apakah ini salah cetak atau

memang inikah figure sang Kyai ?!

إِن ُ كنت َ لا تدرِي َفتِلك مصِيبٌة

وإِن ُ كنت تدرِي َفاُلمصِيبُة َأعظم

Jika engkau tidak tahu maka ini musibah

Dan apabila engkau sudah tahu maka musibahnya lebihParah

Bagaimana mungkin bisa bersatu antara haq dan batil, antara tauhid dan syirik, antara sunnah dan bid’ah, antara salafi sunni dengan sufi ?

” Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan

janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui. “

(QS.Al-Baqarah : 42)

را حت مشرَقة ورحت مغربا َفمتى لَِقاءُ مشرقٍ ومغربِ

Dia berjalan ke arah timur dan aku berjalan ke arah barat

Kapankah akan bertemu yang ke timur dengan yang ke barat ?!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s