Dampak Maksiat


DAMPAK MAKSIAT

BAGI PRIBADI DAN MASYARAKAT

 

1. Maksiat adalah sebab hinanya seorang hamba di sisi Allah .

Berkata Al-Hasan Al-Bashriy : Mereka itu hina disisi Allah sehingga bermaksiat , seandainya mereka itu mulia disisi Allah tentunya Allah akan menjaga mereka  ( dari kemaksiatan ) .Kalau Allah sudah menghinakan seorang hamba,  maka tidak akan ada yang memuliakannya , sebagaimana firman Allah :

وَمَنْ يُهِنِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ مُكْرِمٍ (الحج: من الآية 18)

Artinya : Dan barang siapa yang dihinakan Allah maka tidak seorangpun yang memuliakannya. [ Al-Hajj : 18 }

Orang yang bermaksiat, dari luar kelihatan manusia mengagungkan dan menghormatinya, akan tetapi ini semua karena mereka sedang butuh kepadanya atau karena takut dari kejahatannya . Jadi sebenarnya dia adalah orang yang rendah di dalam hati mereka .

 

2. Maksiat adalah sebab rusaknya akal

Akal memiliki cahaya . Sedangkan kemaksiatan itu meredupkan cahaya akal. Kalau cahaya akal meredup , maka akan melemah dan berkurang . Berkata sebagian salaf ( pendahulu kita yang saleh ) : Tidaklah seseorang bermaksiat kepada Allah kecuali akan hilang akalnya .

Dan ini sudah jelas, karena kalau dia punya akal , tentunya akalnya akan menahan dia dari kemaksiatan . Bagaimana tidak ? Sedangkan dia adalah di bawah kekuasaan Allah, Allah melihat apa yang dia lakukan , berbuat maksiat di bumi Allah , malaikat-malaikat Allah melihatnya , dan dia tahu bahwa banyak kebaikan di dunia dan akhirat yang lenyap gara-gara kesenangan dan kelezatan maksiat yang sekejap. Apakah orang punya akal sehat dan menyadari semua ini akan berani berbuat maksiat kepada Allah ?

 

3.      Maksiat menghilangkan kenikmatan dan mendatangkan adzab .

 

Tidaklah kenikmatan itu hilang dari seorang hamba kecuali karena sebab dosa , dan tidaklah datang adzab kecuali karena dosa . Dan tidak akan diangkat adzab kecuali dengan taubat. Allah berfirman :

ذَلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ لَمْ يَكُ مُغَيِّراً نِعْمَةً أَنْعَمَهَا عَلَى قَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ وَأَنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ (لأنفال:53)

Artinya :” Yang demikian (siksaan) itu adalah karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan mengubah suatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada sesuatu kaum, sampai mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri, dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (QS. Al-Anfal:53)

 

Dalam ayat ini Allah mengabarkan bahwa Dia tidak mengubah kenikmatan yang Allah berikan kepada seseorang , sampai dia sendiri yang mengubahnya . Mengubah ketaatan dengan kemaksiatan , mengubah rasa syukur dengan pengingkaran , mengubah hal-hal yang membuat keridhaan Allah dengan hal-hal yang membuat kemurkaan Allah.

4. Maksiat menghilangkan berkah dunia dan akhirat.

 

Maksiat menghilangkan barakah umur , barakah rezeki , barakah ilmu , barakah amal , barakah ketaatan . Dengan kata lain , menghilangkan barakah dunia dan akhirat.

Tidak ada orang yang lebih sedikit barakah umur , agama , dan dunianya , daripada orang yang berbuat maksiat kepada Allah . Tidaklah dihapus barakah dari bumi kecuali karena kemaksiatan para makhluk .

Allah berfirman :

( وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ) (الأعراف:96)

Artinya :”  Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka barakah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya”. (QS. Al-Anfal :96)

5. Maksiat menyebabkan jatuhnya kemuliaan dan kedudukannya disisi Allah dan disisi makhlukNya .

 

Orang yang paling mulia disisi Allah adalah orang yang paling bertakwa , dan orang yang paling dekat kepada Allah adalah orang yang paling taat kepadaNya. Semakin besar ketaatan kepada Allah maka akan semakin tinggi derajatnya disisiNya. Apabila dia bermaksiat kepada Allah dan menyelisihi perintahNya, maka akan jatuh harga dirinya di mata Allah , dan Allahpun akan menjatuhkan harga dirinya di depan makhlukNya yang lain . Kalau dia sudah tidak punya harga di depan manusia , maka dia akan hidup dalam keadaan yang paling jelek , tidak disebut-sebut diantara manusia , jatuh harga dirinya , maka hatinya tidak merasakan kesenangan dan kegembiraan . Karena tidak disebut-sebutnya seseorang dan jatuhnya harga diri akan mendatangkan kesusahan dan keresahan hati , yang lebih pedih rasanya daripada kelezatan maksiat .

Padahal diantara kenikmatan adalah Allah mengangkat kedudukan seseorang dan menjadikan dia disebut-sebut diantara manusia . Oleh karena itu Allah mengkhususkan para nabi dengan hal ini .

Allah berfirman :

( وَاذْكُرْ عِبَادَنَا إِبْرَاهِيمَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ أُولِي الْأَيْدِي وَالْأَبْصَارِ ) (ص: 45 )

 

Artinya : “Dan ingatlah hamba-hamba Kami: Ibrahim, Ishaq dan Ya’qub yang mempunyai perbuatan-perbuatan yang besar dan ilmu-ilmu yang tinggi “. (QS. 38:45)

Dan Allah juga berfirman :

(وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ) [ الشرح:4]

Artinya : ” Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu? (QS. 94:4)

Dan pengikut para rasul memiliki bagian dari itu semua , sesuai dengan ketaatan dan kadar peneladanan mereka kepada para nabi . Kebalikannya, setiap orang yang menyelisihi mereka maka akan berkurang kedudukannya sesuai dengan besar kecilnya kemaksiatan .

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan
By faOezy Posted in Islam Dengan kaitkata

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s